Contempt Of Court Dalam Rancangan KUHP 2005

Rancangan Undang‐undang Kitab Undang‐undang Hukum Pidana (RUU KUHP) telah rampung dikerjakan oleh Tim Perumus Departemen Hukum dan HAM. RUU KUHP tersebut   kini sudah berada di tangan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin, dan menunggu diserahkan ke Parlemen untuk dilakukan pembahasan.

Menurut para penyusunnya, RUU KUHP yang baru itu memiliki kemajuan yang besar dibandingkan dengan KUHP yang masih berlaku saat ini. Kemajuan tersebut dapat dilihat dari dimasukkannya beberapa tindak pidana baru yang sebelumnya tidak diatur dalam KUHP. Di samping itu, RUU KUHP ini dibangun atas dasar keseimbangan antara kepentingan pelaku, korban dan negara. Dalam hal ini telah terjadi pergeseran dari hukum pidana pembalasan menjadi hukum pidana yang manusiawi. Sehingga dalam hal terjadi tindak pidana, tidak hanya perbuatannya saja yang dilihat, tetapi juga pelaku yang dilihat sebagai individu dan alasan pelaku melakukan perbuatan tersebut.

Salah satu hal yang penting dari sekian banyak kemajuan yang terkandung di dalam RUU KUHP baru tersebut adalah dimasukkannya satu bab khusus mengenai tindak pidana terhadap proses peradilan (contempt ofcourt). Ketentuan mengenai   tindak pidana terhadap proses peradilan ini terdapat dalam Buku II Bab VI dan terdiri dari 17 Pasal.

 

Selengkapnya silakan unduh “Contempt Of Court Dalam RUU KUHP

Leave a Reply